Puisiku adalah senandung hatiku. Hati tidak berdusta, hati mengatakan apa adanya, bila hati tak mengerti, dia akan diam dan tak berjanji.
04 November 2010
pagi yg murung
pagi ini murung,mentari enggan tersenyum,moga langit tak menangis,wala awan hitam muram,sang bayu masih menemaninya,
kukemasi senyummu
kukemasi senyummu dlm bingkai hati yg tersimpan rapi di relung jiwaku yg tak berpintu,agar ia tetap tinggal disana tanpa harus pergi,jauh di ujung samudra jagalah rasa yg pernh kutitipkan,dan kembalilah pulang dgn membawa rasa yg kau jaga untuk ku
butiran rasa
butiran rasa ini kan untai menjadi gugusan rasa yg bertabur di hamparan langit jiwaku yg terbentang diantara cakrawala jingga,kan kujaga abadi hingga ku menutup mata..
mama sayang kmu nak
aq sedih,aq menangis,krn aq sgt mencintaimu,apa yg ku lakukan smua demi masa depanmu,karna ku ingin yg terbaik untukmu,oh putri kecil ku yg ayu,antara iya dan tdk,tp harus krn aq sgt mencintai,menyayangimu,melebihi smua yg ada,
sayap patahku
kukemasi puing2 mimpi yg tak terbeli,sayap ku tlah patah tak lg terbang tinggi,tak lg sanggup terbang ke angkasa lgt biru,menggenggam sisa asa yg lama tertunda,
perjalanan
meski perjalanan yang melelahkan ini penuh air mata dan peluh,dengan sisa dayaku kulanjutkan perjalanan ini,melewati setapak yang penuh terjal,mengais puing puing mimpi tuk menggenggam asaku yang tertunda,menyusuri lorong waktu yang berliku
Langganan:
Postingan (Atom)